Perjalanan Karir I Gede Dana, S.Pd., M.Si

Pria kelahiran Datah, Karangasem, Bali ini mengaku tidak pernah punya impian menjadi bupati.Mengingat ekonomi keluarga yang serba kekurangan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. Berikut berita hari ini tentang Profil Gede Dana yang mengaku selalu optimis dalam setiap perjuangan yang dilakukannya.

Gede Dana Ajak Masyarakat Kuatkan Gotong Royong - POS BALI Kritis - Cerdas  - Independen

source gambar : bali.tribunnews.com

Masa Kecil Gede Dana

Memelihara sapi & sebagai tukang sabit merupakan formalitas ketika duduk terhadap bangku sekolah dasar. Ekonomi famili serba kekurangan.  Bahkan, mampu menamatkan sekolah saja telah bersyukur.

“Kalau bercita -cita sebagai eksekutif atau  legislatif sejak jauh hari, tidak terbesit terhadap pikiran. Apalagi sebagai bupati. Tamat dari berdasarkan sekolah Sekolah Menengah pertama & Sekolah Menengah Atas telah bersyukur,” memahami Gede Dana, yg pernah menjabat menjadi Ketua DPRD Karangasem

Saat tetap kecil, Gede Dana wajib banting tulang membuat penuhi kebutuhan famili tiap tiap hari. Dia wajib mendukung orang tua mencarikan rumput membuat pakan ternak. Biasanya tugas tadi dijalankan selesainya menuntut pengetahuan beserta memakai berjalan kaki.

Jarak sekolah dengaan lokasi tinggalnya tidak mengecewakan jauh. Setelah tamat SD, Gede Dana melanjutkaan sekolah ke Sekolah Menengah pertama Bias, Kecamatan Abang. Jaraknya kira-kira 12 kilometer dari berdasarkan daerah tinggal   menuju sekolah.

“Waktu Sekolah Menengah pertama aku  wajib jalur kaki sejauh 12 kilometer.  Ditempuh 2.lima jam sepanjang tiga tahunan. Pulang pukul 12.30 wita, hingga  terhadap daerah tinggal   pukul 15.00 wita,”ungkap  Gede Dana. Suami Ni Made Nuriasih menambahkan, selesainya tamat Sekolah Menengah pertama dia segera melanjutkan Sekolah Menengah Atas terhadap Singaraja.

Beliau dititipkan terhadap lokasi keluarganya. Yang namanya dititipkan wajib mampu  mendukung famili terhadap sana. Pagi wajib nyapu, nimba air, wajib mengempu. Mengenyam pendidikan ini dijalankan sepanjang tiga tahun lebih.

Setelah tamat segera kerja terhadap Denpasar sebagai buruh terhadap supermarket. Maklum Gede Dana adalah anak desa yg nir punya rekanan ke pejabat seperti temannya.

Sedangkan sahabat-sahabat seangkatan yg punya rekanan ke atas memilih membuat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap wilayah. Lantaran kegigihan & konsistensi Gede Dana, lebih dari satu bulan kemudian diterima sebagai buruh terhadap sebuah hotel terhadap Denpasar.

Waktu itu Gede Dana  diangkat sebagai buruh produsen roti terhadap hotel ternama. Ia kerja terhadap hotel tidak mengecewakan lama, hingga mampu menyatukan uang membuat keluarganya. Politisi PDI Perjuangan mengaku, mampu membeli daerah tinggal   ketika kerja terhadap hotel.

Lantaran impuls & keuletannya, Gede Dana selanjutnya membeli sepeda motor, & cincin. “Mungkin aku  orang kampung yg pertama mampu membeli daerah tinggal   terhadap Denpasar,” imbuh Gede Dana.  Ia mengaku tidak menyangka dapat seperti itu.

Setelah lebih dari satu th. mengadu nasib ke Denpasar, Gede Dana pada akhirnya kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarganya. Akhirnya lebih dari satu rekannya mengajak aktif di politik sesudah tinggal di rumahnya. Karena ajakan rekannya, Gede Dana mulai masuk ke pengurusan. Mengadu nasib di dunia politik pada akhirnya dijalani.

Pertama turut penentuan legislatif, dan terpilih jadi anggota DPRD. Menjadi anggota saja sudah bersyukur gara-gara sementara itu tak mempunyai relasi politik. Karena keuletan komunikasi di internal partai, Gede Dana pada akhirnya ditunjuk jadi Ketua Fraksi.

Gede Dana  jadi anggota DPRD Karangasem sepanjang empat periode. Terakhir yaitu menjabat sebagai Ketua DPRD Karangasem. Tahun 2020, I Gede Dana ditunjuk jadi Calon Bupati Karangasem oleh induk partainya. Ia melawan calon petahana IGA Mas Sumatri berpasangan bersama Sukerana.  Tuhan berkata lain.

Saat pencoblosan I Gede Dana berpasangan bersama I  Wayan Artha Dipa mampu meraih nada lebih banyak berasal dari lawannya. Saat ini pasangan Gede Dana dan Wayan Artha Dipa sudah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karangasem.

Gede Dana mengakui, kesuksesannya di dunia politik tak lepas berasal dari nasihat orang tua. Banyak perihal yang diberikan oleh orang tua. Salah satu nasihat orang tua yang sampai sekarang diingatnya adalah “amun sabate aji tai, balas sabat aji bumi. (Kalau kita di serang kasar dan jahat, memberikan  bersama senyum) agar tidak ada konflik” Demikian perjalan Gede Dana yang senantiasa penuh perjuangan.

 

 

Leave a Comment